SEPANG – Langkah awal pencarian bibit unggul pengibar bendera di SMA Negeri 1 Sepang resmi dimulai. Sebanyak 18 siswa-siswi terbaik mengikuti seleksi ketat Calon Paskibraka tingkat sekolah pada pekan ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seleksi kali ini semakin modern dengan memanfaatkan teknologi digital secara penuh.
Para peserta menghadapi ujian tertulis yang dirancang untuk mengukur ketajaman berpikir dan kecintaan terhadap tanah air.
Ujian Berbasis Platform Wayground
Dalam seleksi ini, sekolah menggunakan platform Wayground untuk menjamin transparansi dan akurasi hasil. Para peserta harus menyelesaikan total 60 butir soal yang terbagi ke dalam dua kategori utama:
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Menguji pemahaman siswa mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tes Intelegensia Umum (TIU): Mengukur kemampuan verbal, numerik, dan figural para calon anggota.
Demografi Peserta Seleksi
Antusiasme siswa tetap tinggi dalam mengikuti seleksi bergengsi ini. Tercatat sebanyak 18 peserta bertarung memperebutkan posisi terbaik, dengan rincian:
10 Peserta Putra
8 Peserta Putri
Penggunaan platform digital ini sejalan dengan misi sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke berbagai lini kegiatan, sebagaimana pemanfaatan Chromebook yang juga sudah mulai diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Menuju Tahap Selanjutnya
Pihak pembina Paskibraka SMA Negeri 1 Sepang menyatakan bahwa hasil dari tes TWK dan TIU ini akan menjadi salah satu barometer penting dalam menentukan siapa saja yang layak maju ke tahap berikutnya.
"Kami mencari individu yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual dan wawasan kebangsaan yang matang. Penggunaan sistem digital memudahkan kami untuk mendapatkan hasil yang objektif," ujar perwakilan pembina Paskibraka.
Diharapkan dari seleksi ini, SMA Negeri 1 Sepang dapat mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk bersaing di tingkat kabupaten maupun provinsi pada tahun 2026 ini.