SEPANG – Alunan musik tradisional Kalimantan Tengah kembali bergema di lingkungan SMA Negeri 1 Sepang. Sanggar Sangkalemu, wadah bagi para pencinta seni tari di sekolah ini, resmi memulai kembali kegiatan latihan rutin mereka di awal Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar latihan fisik, tetapi juga menjadi langkah nyata sekolah dalam upaya melestarikan kekayaan budaya lokal di kalangan generasi muda.
Menjaga Warisan Lewat Gerak Tari
Latihan perdana kali ini diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa yang tergabung dalam keanggotaan Sanggar Sangkalemu. Fokus utama latihan pada awal semester ini adalah:
Pendalaman Teknik Dasar: Mengasah kembali kelenturan dan ketepatan gerak tari tradisional.
Eksplorasi Koreografi: Pengembangan kreasi baru yang menggabungkan unsur tradisional dan modern (tari kreasi).
Persiapan Pentas: Menyiapkan performa untuk pengisian acara-acara sekolah maupun undangan di tingkat kabupaten.
Pesan Pelestarian Budaya
Pembina Sanggar Sangkalemu Yendra, S.Pd. menekankan bahwa melalui seni tari, siswa diajak untuk lebih mengenal akar budaya mereka di tengah arus modernisasi.
"Sanggar Sangkalemu adalah tempat bagi siswa untuk mengekspresikan diri sekaligus menjadi benteng pelestarian budaya Dayak. Kami ingin siswa tidak hanya pandai menari, tapi juga bangga akan jati diri daerahnya," ujar beliau di sela-sela latihan.
Dukungan Sekolah terhadap Bakat Seni
Pihak SMA Negeri 1 Sepang terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bakat seni siswa. Dengan aktifnya kembali Sanggar Sangkalemu, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih harmonis dan kreatif.
"Seni tari adalah bahasa universal. Melalui Sanggar Sangkalemu, kami berharap muncul bibit-bibit seniman muda yang mampu mengharumkan nama sekolah di ajang Festival dan Lomba Seni maupun kegiatan budaya lainnya," ungkap perwakilan sekolah.